Avira Antivir Premium 9.0.0.446
DOWNLOAD GRATIS Avira Antivir Premium 9.0.0.446 | KEY 20101216 | 35 MB
Avira AntiVir Premium adalah antivirus dengan pendeteksian yang baik dan perlidungan keamanan yang di update tiap hari
Avira AntiVir Premium memberikan perlindungan lebih di antaranya email protection (POP3) , AntiPhishing, AntiSpyware, AntiAdware dan masih banyak lagi.
dengan real-time on-access scanning, profil on-demand scans, penjadwalan scan, dan update bila sistem keamanan membutuhkan pembaruan.
ada yang baru yaitu sebuah POP3 based MailScanner untuk scan email sebelum email itu masuk ke komputer kita
dengan control center yang mudah di operasikan, quarantine management, kecepatan performance dan pendeteksian dunia menilai bahwa Avira AntiVir Premium menyediakan perlindugan penting untuk PC atau komputer kalian
Antivir personal menawarkan perlindungan yang efektif terhadap virus komputer pribadi kalian.
pendeteksian virus yang efektif karna update dari internet mudah.
resident Virus Guard memonitor file dengan otomatis jadi virus otomatis terdeteksi.
Heuristic scan serta memberikan perlindungan terhadap virus macro yang tak dikenal. karna pertumbuhan virus sekarang sangat banyak.
AIR STRIKE 3D GAME
You have not seen a helicopter game like this one before. AirStrike 3D: Operation W.A.T. is more than just a game. It is action packed, adrenaline filled, apocalyptic survival experiment for the daredevils.
Game's awesome 3D engine, combined with adjustable camera views and Hollywood-style special effects provide breathtaking visual experience and make an action hero out of you, rather than just a regular gamer.
Strap on tight, pilot, because there are 20 levels to complete, with over 100 different enemy units, 5 types of hostile terrain and 3 powerful terrorist bosses to handle. You have 10 different helicopters at your disposal.
As you successfully complete missions and meet goals set by commanders, you will be given access to more sophisticated crafts and powerful weapons. Sometimes you'll have to be a Superman to stay alive, but you will be justly rewarded with rank promotions and fast carrier growth for completing their near-impossible missions.
Another reward is a chance to 'test-drive' G.O.R.O.X., Plasma Cannon, Wave Gun, and Flamethrower.
Any one of these is enough to completely destroy a small country, and you are sure to Derive some sick pleasure from creating havoc and annihilating everything in your path. You won't forget sweet songs of these guns for a long time.
But let's be honest - it won't be easy. You'll have to fly in different weather conditions, including night missions. Complex behavior of your enemies will cause extra difficulties and will pose great danger.
You'll just have to be smarter, faster and better to stay alive!
klik link di bawah ini
Bandwidth Controller Enterprise v1.21
DOWNLOAD Gratis Bandwidth Controller Enterprise v1.21 | 2.20 MB
The product can be installed on any or server computer giving neinternet gateway twork administrators access to all internet streams for both upload and download directions. By using this architecture, bandwidth rules and product configuration are guarded against modification from end-users, with the additional benefit of transparent operation (i.e. client-side installation is not required).
Features
** Guaranteed Bandwidth Levels
** Percentage Allocation
** Dynamic Batch Rules
DOWNLOAD Bandwidth Controller Enterprise v1.21
CorelDRAW Graphics Suite X4 X3 KEYGEN
CorelDRAW Graphics Suite X4 X3 KEYGEN
FILM 2012: Gambaran Dahsyatnya Kiamat
Dalam film beranggaran US$ 200 juta ini, sutradara Roland Emmerich yang dulu menyutradarai The Day After Tommorrow Dan Independence Day memasang sejumlah nama yang tak asing lagi di dunia sinema. Seperti John Cusack, Amanda Peet, Danny Glover, Oliver Platt, dan Woody Harelson. Film ini masih menjalani tahap produksi dan penonton di Amerika Serikat serta Inggris akan menjadi yang pertama menyaksikannya pada November mendatang.
MUI Pusat tidak Haramkan Film 2012
JAKARTA--Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat tidak mengharamkan film 2012. Pasalnya, film yang mengisahkan kiamat dunia itu belum sepenuhnya meresahkan masyarakat. Namun, jika film besutan sutradara Roland Emmerich itu terbukti berpengaruh buruk terhadap publik, maka MUI Pusat tidak segan meminta pemerintah menarik film itu dari peredaran.
"Sampai hari ini kita belum membahas, apalagi mengeluarkan fatwa terkait film 2012. Memang harus diakui kalau film itu telah menuai kontroversi di kalangan MUI daerah. Ada yang mengecam dan ada yang tidak," ujar Ketua MUI Pusat, Amidan kepada wartawan, Kamis (19/11).
Seperti diketahui, MUI Kabupaten Malang, Jawa Timur beberapa waktu lalu mengeluarkan kecaman terhadap film yang masuk bioskop Indonesia per 13 November lalu itu. MUI Kabupaten Malang menilai film 2012 hanya akan membawa keresahan publik akan datangnya hari kiamat.
"Saya harap masalah film 2012 tidak perlu di-blow up. Kita kan bukan marketer atau producer film itu. Lebih baik pikirkan film produksi dalam negeri saja dengan menonton film Emak Naik Haji," canda Amidan.
Film 2012 yang bercerita tentang ramalan suku Maya bahwa kiamat akan terjadi pada 20 Desember 2012 itu dikatakan Amidan tidak akan serta merta menyesatkan pandangan umat Islam akan hari kiamat. Film yang dibintangi aktor kenamaan Hollywood, John Cusack itu sebaiknya hanya dilihat dari segi positifnya saja.
Amidan juga mengimbau supaya lebih mengedepankan iman dan taqwa setelah menonton film 2012. "Bertaubatlah. Kiamat itu kan rahasia Allah. Tidak bisa diramalkan seperti halnya yang ada di film 2012," pesannya.
SHEET OF MOTIVATION -1
Tuhanpun menjawab, “Diantara semua malaikat-KU, Aku akan memilih seorang yang khusus untukmu. Dia akan merawat dan mengasihimu”. Si kecil bertanya lagi “tapi disini, di surga ini, aku tak berbuat apa-apa, kecuali tersenyum dan bernyanyi, semua itu cukup membuatku bahagia. Tuhanpun menjawab, “Taka pa, malaikatmu itu akan selalu menyenandungkan lagu untukmu, dan dia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang dan itu semua pasti akan membuatmu bahagia”. Namun si kecil bertanya lagi, “bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka, jika aku tak tahu bahasa yang mereka pakai?”.
Tuhanpun menjawab, “Malaikatmu itu, akan membisikkanmu kata-kata yang paling indah, dia akan selalu sabar ada di sampingmu, dan dengan kasihnya, dia akan mengajarkan berbicara dengan bahasa manusia.” Si kecil bertanya lagi, “Lalu bagaimana jika aku ingin berbicara padamu, ya Tuhan?”
Tuhanpun kembali menjawab, “Malaikatmu itu, akan membimbingmu. Dia akan menengadahkan tangannya bersamamu, dan mengajarkanmu untuk berdo’a.” Lagi-lagi si kecil mnyelidik, “Namun, aku mendengar disana banyak orang jahat, siapakah nanti yang akan melindungiku?”
Tuhanpun menjawab, “Tenang, malaikatmu akan terus melindungimu, walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Dia, akan selalu melupakan kepentingannya sendiri untuk keselamatanmu.” Namun si kecil kini malah sedih, “Ya Tuhan, tentu aku akan sedih jika tidak melihat-Mu lagi.”
Tuhan menjawab lagi, “Malaikatmu akan selalu mengajarkanmu keagungan-Ku dan dia akan mendidikmu, bagaiamana agara selalu patuh dan ta’at kepada-Ku. Dia akan selalu membimbingmu untuk selalu mengingat-Ku. Walau begitu Aku akan selalu disisimu.”
Hening…………………..
Kedamainapun tetap menerpa surga, Namun, suara panggilan dari bumi terdengar sayup-sayup. “Ya tuhan, aku akan pergi sekarang, tolong sebutkan nama malaikat yang akan melindungiku.”
Tuhanpun kembali menjawab, “Nama malaikatmu tak begitu penting, kamu akan memanggilnya dengan sebutan, IBU…………”
Pria itu tersenyum dan berkata, “Ayo ikut, aku akan membelikanmu bunga yang kau mau.” Kemudian ia membelikan gadis itu bunga mawar sekaligus memesan karangan bunga untuk dikirimkan ke Ibunya.Ketika selesai dan hendak pulang, ia menawarkan diri untuk mengantarkan gadis itu pulang ke rumah. Gadis kecil itu melonjak gembira, kemudian berkata “Ya tentu saja, maukah anda mengantarkan ke tempat ibu saya?”.
Kemudian mereka berdua menuju tempat yang ditunjukkan gadis itu, yaitu pemekaman umum, kemudian gadis itu meletakkan karangan bunga diatas kuburan yang masih basah.
Melihat hal ini, hati pria itu menjadi trenyuh dan ingat sesuatu. Bergegas, ia kembali ke toko bunga itu dan membatalkan pengiriman bunga, lalu ia hantarkan sendiri karangan bunga itu ke tempat ibunya yang tinggal 250 KM dari tempat tinngalnya.
NUZULUL QUR'AN

Salah satu momen terpenting yang terjadi di bulan Ramadhan nan mulia adalah peristiwa diturunkannya al-Qur`ān. Mengingat pentingnya peristiwa tersebut, banyak masyarakat sampai-sampai membuat peringatan ritual terkait peristiwa itu, yang mereka yakini jatuh pada tanggal 17 Ramadhan dan mereka namakan dengan peringatan Nuzūlul Qur`ān. Namun pada kesempatan kali ini saya tidak akan membahas kebid’ahan dan ketidaksesuaian acara dimaksud dalam tinjauan syariat—menurut pendapat yang benar in syā-aLlāh. Hal ini mengingat sudah terdapat cukup banyak tulisan dari ulama dan para ustadz yang membahasnya. Tulisan singkat saya kali ini adalah seputar sebagian hikmah dari ayat al-Qur`ān yang pertama kali diturunkan dan korelasinya dengan peradaban manusia.
Kita ketahui bersama bahwa ayat al-Qur`an yang pertama kali diterima oleh Nabi ` adalah ayat 1-5 dari surat al-’Alaq:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ {1} خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ {2} اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ {3} الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ {4} عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ {5}
[1] Bacalah dengan nama Rabbmu yang menciptakan. [2] Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. [3] Bacalah, dan Rabbmulah yang maha mulia. [4] Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. [5] Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Surat yang pertama turun tersebut dimulai dengan kata: iqra`; perintah untuk membaca. Dapat dipahami dari hal ini bahwa Allah mengisyaratkan kepada hamba-Nya bahwa membaca adalah awal atau kunci pembuka segala sesuatu bentuk kebaikan.
Kata imperatif iqra` (bacalah!) berasal dari kata qara-a, yang makna dasarnya adalah mengumpulkan atau menghimpun (jama’a). Kata al-Qur`an juga berasal dari akar kata yang sama. Filosofinya, ketika seseorang membaca berarti ia tengah menghimpun huruf-huruf yang tertera atau tengah mengumpulkan informasi dari objek yang dibaca.
Terkait dengan perintah membaca pada ayat yang pertama turun, maka tidak disebutkan objek bacaan, namun hanya menyebut pengedepanan motivasi sekaligus tujuan membaca, yaitu bismi Rabbikal ladzī khalaq (dengan nama Rabbmu yang menciptakan). Dengan demikian, ayat tersebut mengisyaratkan bahwa objek bacaan tersebut bersifat umum, apapun itu, asalkan dapat dijadikan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Bagaimana dengan objek bacaan yang memuat keburukan? Penting kiranya untuk dibedakan antara objek bacaan yang menginformasikan hal-hal buruk untuk diketahui oleh si pembaca, dan objek bacaan yang pada dasarnya buruk, semisal majalah porno, dan sebagainya. Adapun kondisi yang pertama, maka tidak mengapa. Sebab dengan mengetahui keburukan maka seseorang dapat menjaga diri darinya. Karena itulah Hudzaifah Ibn al-Yaman pernah berkata,
كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – عَنِ الْخَيْرِ، وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنِ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي.
“Dahulu orang-orang (para Sahabat) bertanya kepada Rasulullah ` tentang kebaikan. Sementara aku menanyakan kepada beliau tentang keburukan, karena khawatir terjerumus ke dalamnya.” [Riwayat al-Bukhāri (III/1319) no. 3411; Muslim (III/1475) no. 1847; dan lain-lain]
‘Umar Ibn al-Khaththāb berkata, “Sesungguhnya simpul Islam itu akan terurai satu per satu apabila seseorang itu tumbuh besar dalam Islam sedangkan ia tidak mengetahui jahiliyyah.” [Al-Fawā`id, hal. 109 dan al-Jawāb al-Kāfī, hal. 152]
Hal ini juga selaras dengan ucapan penyair,
عَرَفْتُ الشَّرَّ لاَ لِلشَّرِّ لَكِنْ لِتَوَقِّيْهِ
وَمَنْ لَمْ يَعْرِفِ الشَّرَّ مِنَ النَّاسِ يَقَعُ فِيْهِ
Aku mengetahui keburukan bukan untuk keburukan,
namun untuk menjaga diri darinya.
Karena barangsiapa yang tidak mengetahui keburukan,
niscaya ia akan terjatuh ke dalamnya.
[Lihat Miftāh Dār as-Sa'ādah (I/296) dan Ihyā` 'Ulūm ad-Dīn (I/77)]
Perhatikan kembali susunan ayat di atas. Awalnya, hanya disebutkan Rabb yang menciptakan, tanpa menciptakan objek ciptaan, dimana hal ini memberikan faidah keumuman, yaitu mencakup segala macam makhluk ciptaan. Namun ayat selanjutnya menyebutkan bahwa Rabb tersebut menciptakan manusia. Ini merupakan bentuk pemuliaan manusia di atas makhluk ciptaan yang lain.
Ayat berikutnya menegaskan kembali perintah untuk membaca diikuti oleh penyebutan Rabb yang maha mulia (akram). Hal ini menegaskan agungnya perbuatan membaca sekaligus secara implisit mengisyaratkan bahwa apabila manusia ingin mulia maka ia harus membaca, serta bahwa sebab pemuliaan manusia di atas makhluk ciptaan lainnya diantaranya adalah karena membaca, disamping menulis—sebagaimana disebut pada ayat sesudahnya.
Membaca merupakan gerbang segala ilmu pengetahuan, sedangkan ilmu merupakan sumber perkembangan peradaban di dunia sekaligus sumber kebahagiaan dan kejayaan di dunia dan akhirat. Imam asy-Syāfi’i telah mensinyalir hal tersebut melalui ucapan beliau, “Barangsiapa yang menginginkan dunia maka hendaklah ia mencari ilmu dan barangsiapa yang menginginkan akhirat maka hendaklah ia mencari ilmu.” [Nasyr Thayyit Ta'rīf fī Fadhl Hamalah al-'Ilm asy-Syarīf hal. 162]
Merupakan fakta yang diterima oleh semua orang bahwa tingkat peradaban suatu bangsa berbanding lurus dengan tingkat ilmu pengetahuannya, sedangkan pintu gerbang pertama dan utama ilmu pengetahuan adalah dengan membaca.
Karena ilmu pengetahuan maka umat Islam mencapai masa kejayaan dan menjadi pusat peradaban pada masa Dinasti ‘Abbasiyyah (abbasid caliphates), yaitu sekitar 750-1250 M; ketika Barat justru sedang mengalami zaman kegelapan (dark ages).
Zaman kegelapan di Barat bermula dari kejatuhan raja Romulus Augustulus pada tahun 476 M. Barulah sekitar 1000 tahun kemudian timbul era modernisasi di Barat, yang dikenal dengan istilah renaissance. Mengikut pendapat yang lain era modern dimulai pada tahun 1453 yaitu ketika kota Konstantinopel jatuh ke tangan kaum muslimin.
Dalam The Story of Medicine, Victor Robinson mengisahkan tentang Zaman Kegelapan bahwa Eropa gelap pada waktu malam sementara Cordova, yang dikuasai kaum muslimin, bermandikan cahaya. Eropa dalam kondisi kotor sedangkan Cordova membangun seribu tempat mandi. Eropa dipenuhi serangga sedangkan penduduk Cordova menukar pakaian dalam mereka setiap hari. Tokoh-tokoh Eropa tidak mengetahui cara menandatangani nama sendiri sedangkan anak-anak di Cordova sudah ke sekolah. Tokoh-tokoh agama di Eropa tidak cara tahu membaca risalah Kristiani sementara ulama Islam di Cordova menuliskan literatur-literatur ilmiah dalam format besar.
Banyak peneliti Barat tidak menyukai penggunaan istilah dark ages (zaman kegelapan). Mereka lebih menyukai istilah middle ages (zaman/abad pertengahan). Dalam The History of The Arabs, Philip K. Hitti berkata, “Orang Islam Spanyol berjaya mencatat sejarah intelektualitas yang agung di zaman pertengahan dahulu. Merekalah sebenarnya pembawa obor budaya dan tamadun bagi seluruh dunia terutamanya antara abad kelapan dan tiga belas Masehi.”
Selepas sekian lama berada di zaman kegelapan, akhirnya Barat mengalami era modernisasi yang dikenal dengan renaissance. Kata renaissance berasal dari bahasa Perancis yang berarti rebirth atau kelahiran kembali. Ia merupakan zaman kebangkitan budaya dan ilmu di Eropa yang berlaku pada kurun waktu sekitar tahun 1300 dan 1600 Masehi. Zaman kebangkitan ini bermula di Italia, sebelum berkembang ke Jerman, Perancis dan Inggris. Pada awalnya, kebangkitan ini bertumpu pada bidang seni dan sastra.
Pada abad XVII Masehi lahirlah para saintis besar di Barat seperti Galileo, William Harvey, Isaac Newton dan Robert Boyle. Mereka melahirkan metodologi sains yang dianggap baru dan dengan demikian meledaklah ilmu sains di Barat, meskipun di awal perkembangannya harus berkonfrontasi dengan gereja. Selepas itu Barat tidak pernah menoleh ke belakang lagi dan terus mengembangkan modernisasi sampai hari ini.
Marquis of Dufferin and Ava dalam Speeches berkata, “Eropa berhutang budi kepada sains, seni dan sastera Islam. Faktor-faktor itulah yang menyebabkan Eropa akhirnya keluar dari kegelapan zaman pertengahan.”
Perkara yang sarna dinyatakan oleh Dr. Roben Briffault dalam The Making of Humanity pada bab Dar Al-Hikmet. Dia berkata, “Roger Bacon bukanlah tokoh yang memperkenalkan konsep eksperimen dalam ilmu. Beliau hanyalah merupakan anak murid kepada sains dan metodologi Islam, dan ilmu yang beliau peroleh ini kemudian dia kembangkan ke Barat. Dia tidak pernah jemu untuk mengatakan bahawa bahasa Arab dan sains Arab adalah satu-satunya pintu bagi mereka di zamannya untuk mengenali ilmu yang hakiki…. Sumbangan dari tamadun Arab kepada dunia moden yang paling bermakna ialah sains.”
Memang benar, tanpa Islam Barat tidak akan mengenal sains dan teknologi. Mari kita simak apa yang dikatakan oleh Robert Briffault dalam The Making of Humanity pada bab Dar Al-Hikmet. Dia berkata, “Di bawah naungan konsep toleransi agama, golongan Kristian hidup penuh kebebasan di bawah pemerintahan khalifah Islam di Spanyol…. Pelajar-pelajar Kristian dari pelbagai pelosok Eropa datang ke negara Arab ini untuk belajar. Alvaro, seorang paderi kanan di Cordova, menulis pada abad ke-9 Masehi, ‘Kesemua pelajar Kristian yang berbakat ini mengetahui bahasa dan kesusasteraan Arab. Mereka membaca dengan penuh minat buku-buku karangan orang Arab dan berasa amat kagum dengan kesusasteraannya’. Gerbert of Aurillac membawa beberapa bahan tentang astronomi dan matematik dari Spanyol untuk mengajar anak-anak muridnya tentang alam serta sistem cakrawala.”
Selanjutnya dalam buku yang sama, pada bab Rebirth of Europe, dia berkata, “Orang-orang Arab memperkenalkan tiga ciptaan untuk Eropa. Setiap ciptaan ini kemudian melahirkan revolusi teknologi yang tersendiri di peringkat global. Pertama adalah kompas (mariners compass). Dengannya Eropa berkembang ke seluruh pelosok dunia. Kedua adalah bubuk bedil (gun powder). Dengannya berakhirlah era pahlawan berkuda dengan baju perisainya. Ketiga adalah kertas (paper), yang membuka jalan kepada ciptaan alat-alat penerbitan yang canggih.”
Demikianlah Islam memberi andil dalam peradaban dan ilmu pengetahuan dunia. Pencapaian (achievement) yang sedemikian tentu tidak lepas dari semangat membaca yang telah ditanamkan oleh Islam sejak permulaan risalah melalui wahyu yang pertama kali diturunkan.
Kejayaan Islam kemudian mengalami penurunan sangat drastis terutama sejak keruntuhan Dinasti ‘Abbasiyyah akibat serangan Hulagu Khan ke Baghdad pada tahun 1258 M (Muharram 656 H)—dibantu oleh pengkhianatan menteri bernama Ibn al-‘Alqami, dari sekte Syī’ah Rāfidhah, semoga Allah membalas segala kejahatan, keburukan dan bencana yang ia telah timpakan terhadap kaum muslimin. Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ahli sejarah mengenai korban yang tewas. Paling sedikit delapan ratus ribu jiwa, dan ada pula yang mengatakan mencapai sejuta jiwa, bahkan jauh lebih banyak dari itu.
Sungai di Baghdad berubah menjadi warna merah kehitaman. Merah karena darah dan hitam karena tinta. Perpustakaan Baghdad luluh lantak. Para peneliti menyebutkan bahwa literatur Islam yang hancur ketika itu jauh lebih banyak dibandingkan seluruh literatur Islam yang selamat sampai saat ini. Dan dari literatur yang selamat tersebut, jauh lebih banyak yang masih berupa manuskrip dibandingkan dengan yang sudah dicetak.
Akhirnya, keunggulan kejayaan peradaban Islam hanyalah menjadi romantisme sejarah….
Saat ini, dapat dikatakan bahwa ketertinggalan negeri-negeri kaum muslimin dibandingkan Barat adalah disebabkan ketertinggalan human resources (sumber daya manusia) karena kurangnya ilmu pengetahuan, di mana salah satu faktor terpenting yang paling berpengaruh dalam hal ini adalah rendahnya minat baca.
Sekali lagi, sejarah peradaban manusia dikemudikan oleh kegiatan membaca. Minat baca yang rendah akan berimplikasikan pada rendahnya sumber daya manusia. Rendahnya sumber daya manusia akan mempengaruhi tingkat kemajuan suatu bangsa. Dengan kata lain, sebuah peradaban manusia ditentukan oleh sumber daya manusianya, sedangkan di sisi lain sumber daya manusia sangat dipengaruhi oleh kemampuan membacanya.
Terkait dengan minat baca di Indonesia, negeri kita, maka dapat dilihat dari posisi Indonesia pada aspek penilaian Human Development Index (IPM: Indeks Pembangunan Manusia) pada tahun 2003 menempati posisi nomor 112 dari 175 negara. Begitu juga dari kategori The Politic Economic Risk Constitution (PERC) 2003. Indonesia menempati posisi ke 12 dari 12 negara. Budaya membaca kita masih rendah juga tercermin dari, misalnya, realitas penerbitan buku di Indonesia belum ada apa-apanya dibanding Amerika Serikat atau Inggris. Pada pertengahan 1990-an saja masing-masing negara ini dalam sebulan mampu menerbitkan 100.000 dan 61.000 judul, sedangkan negara kita hanya sanggup menerbitkan buku kurang dari 10 ribu judul setiap tahun.
Sastrawan kondang, Taufik Ismail, melalui observasinya terhadap beberapa siswa SD di kawasan ASEAN, mengatakan bahwa anak-anak Indonesia rabun membaca dan lumpuh menulis. Kenyaatan ini sungguh mengerikan di tengah adanya kekhawatiran para ahli pendidikan tentang terjadinya generasi yang hilang (the loss generation) di negeri kita.
Fakta tersebut didukung dengan berbagai penelitian yang telah dilakukan di Indonesia. Di samping hasil penelitian yang telah disebutkan sebelumnya, International Education Achievement (IEA) melaporkan bahwa kemampuan membaca siswa SD Indonesia berada pada urutan 38 dari 39 negara peserta studi. Menurut Third International Mathematics and Science Study (TIMMS), kemampuan matematika para siswa SLTP kita berada pada urutan 34 dari 38 negara dan kemampuan IPA berada pada urutan 32 dari 38 negara. Berdasarkan Education for All Global Monitoring Report tahun 2005, Indonesia merupakan negara ke-8 dengan populasi buta huruf terbesar didunia, yakni sekitar 18,4 juta orang (Kompas, 20 juni 2006). Terkait dengan masalah membaca, fakta lain adalah laporan tingkat keterbacaan halaman buku di Indonesia yang tidak mencapai satu halaman per hari perorang.
Akhirnya, penting untuk kita tanamkan bahwa membaca adalah simbol kemajuan sebuah peradaban. Ia membedakan peradaban maju dengan primitif, antara negara maju dan negara berkembang. Melihat begitu pentingnya membaca, ia pun dijadikan salah satu indeks bagi pembangunan manusia, yang sering dijadikan ukuran keberhasilan pembangunan sebuah negara. Dengan demikian, tampaklah salah satu hikmah mengapa Allah Ta’āla menurunkan wahyu pertama dengan perintah membaca. Semoga hal ini dapat menjadi concern kita bersama.
Demikian, semoga ada faidahnya, waLlāhu a’lam bish shawāb….
Salam,
Abu Faris An-Nuri
NB:
Perintah untuk membaca yang dimaksud dalam ayat di atas adalah bersifat umum, tidak hanya terbatas dalam bentuk membaca buku atau memahami tulisan, meskipun hal itu adalah yang pemaknaan yang sangat utama untuk diberlakukan. Membaca yang dimaksud adalah mencakup mengamati situasi dan kondisi serta meneliti semesta raya nan indah. Sekiranya perintah tersebut hanya terbatas untuk membaca sebagaimana yang lazim dikenal, tentulah Nabi ` akan senantiasa berusaha membebaskan diri dari kondisi ummi (buta huruf) dalam rangka memenuhi perintah tersebut. WaLlāhu a’lam bish shawāb.


















